Sabtu, 04 Agustus 2018

INTROVERT DAN EXTROVERT MENURUT PANDANGAN CARL GUSTAV JUNG

Sebenarnya Introvert dan Extrovert itu seperti apa sih ?



Banyak kesalahpahaman tentang seperti apa tipe Introvert dan Extrovert ini. Pemahaman yang saat ini populer adalah manusia dengan tipe Introvert memiliki sifat pendiam, tertutup, enggan berteman dan lain-lain. Sedangkan Extrovert merupakan pribadi yang Outgoing, Talkative, Energetic, banyak teman dan lain-lain. Apakah benar seperti itu ? Jawabannya TIDAK BENAR.

Ok, disini saya akan menjelaskan lagi tentang tipe manusia Introvert dan Extrovert berdasarkan pandangan Carl Gustav Jung. Tulisan ini sebenarnya revisi dari tulisan saya sebelumnya.

Intovert dan Extrovert mulai dikenalkan dan dijelaskan oleh tokoh Psikologi yang bernama Carl Gustav Jung pada tahun 1921 dalam buku yang berjudul Psychologische Typen, Rascher Verlag, Zurich. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh H. G. Baynes pada tahun 1923.

Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa manusia memiliki suatu mekanisme yang disebut dengan sikap jiwa, yaitu orientasi pilihan seseorang dalam mengisi kembali energi dalam dirinya. Ibarat mengisi baterai HandPhone, maka jiwa manusia menurut Carl Gustav juga butuh diisi. Tipe dari cara orang mengisi jiwanya inilah yang berbeda-beda.

Tipe Introvert lebih cenderung dalam mengisi jiwanya dengan orientasi ke dalam. Sedangkan tipe yang Extrovert lebih cenderung mengisi jiwanya dengan orientasi keluar. Jadi, tipe Introvert dan Extrovert bisa sama-sama cerewet, sama-sama pendiam, bisa sama-sama tidak memiliki banyak teman atau bisa juga sama-sama memiliki banyak teman.

Jadi apa sebenarnya yang membedakan antara tipe Introvert dan Extrovert ?

Yang membedakan tipe Introvert dan Extrovert adalah ketika mereka ingin mengisi energi untuk jiwa mereka. Biasanya Introvert dalam mengisi energi jiwanya, dia pergi menyendiri (misalnya menyepi, ke gunung, baca buku, nonton, dll). Sedangkan Extrovert dalam mengisi energi jiwanya, dia biasanya lebih senang bertemu banyak orang untuk mendengarkan, berdiskusi, mengikuti seminar, dll.
↬ Contoh 1 : Andi adalah orang yang pendiam di kelas dan dia juga tidak memiliki banyak teman, tetapi disaat dia ada masalah atau disaat dia butuh energi, dia lebih suka mengikuti kegiatan seminar karena di dalam seminar tersebut dia bisa bertanya dan berdiskusi. Jadi, Andi adalah tipe yang Extrovert.
↬ Contoh 2 : Ani adalah orang yang banyak bicara dan supel sehingga dia memiliki banyak teman, tetapi disaat dia butuh energi, dia lebih suka menyendiri, membaca buku dan merenung. Jadi, Ani adalah tipe yang Introvert.

Pembahasan yang kedua :
Apakah kalau kita Introvert, maka seterusnya Introvert tidak bisa berubah ?
Apakah kalau kita Extrovert, maka seterusnya Extrovert juga tidak bisa berubah ?
Dan apakah kalau keduanya atau berubah-ubah, maka kita disebut Ambievert ?

Berdasarkan penjelasan di dalam buku Carl Gustav Jung, seseorang itu berada di dalam garis Continuum antara Introvert dan Extrovert. Mengapa demikian ? Karena sesungguhnya manusia bersifat Continuum, maka seseorang bisa cenderung di salahsatu dalam satu waktu dan ke sisi lain di waktu lain. Artinya, bergantung situasi. kita tidak selamanya Introvert dan tidak selamanya Extrovert, dan apabila diantara keduanya maka bukan pula disebut Ambievert. 

Berdasarkan hal ini, Carl Gustav Jung mengatakan bahwa tipe Introvert dan Extrovert tidak untuk mengkotak-kotakkan manusia. Tetapi hanya untuk referensi bagi diri manusia harus berbuat apa disaat membutuhkan energi jiwa, apakah dengan menyepi atau dengan berdiskusi. Jadi 2 tipe ini bukan untuk menilai manusia sebaiknya seperti apa, cocoknya dengan pekerjaan apa, bukan pula tentang cocok berjodoh dengan siapa. Sebenarnya hanya tentang dari mana sumber energi Psikis manusia itu datang.

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. :)

Sabtu, 18 November 2017

3 Jenis Kepribadian Manusia (Introvert, Ambievert, Extrovert)



3 Jenis Kepribadian Manusia (Introvert, Ambievert, Extrovert) dan Ciri-cirinya


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang kepribadian manusia  (personality). Seperti yang kita ketahui, manusia itu memiliki berbagai macam sifat, dan dari sifat-sifat itulah akan mencerminkan kepribadiannya. Emang ada berapa jenis kepribadian ya sebenarnya? Menurut sang dokter psikologi dari Swiss, Carl Jung, terdapat 3 jenis kepribadian umum pada manusia, yaitu Introvert (Introversion), Ambievert (Ambiversion) dan Extrovert (Extraversion).




1. Introvert (Introversion)
Introvert atau Introversion adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Jadi manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.

- Ciri-ciri Introvert:
a. Senang menyendiri
b. Pemikir
c. Pemalu
d. Pendiam
e. Lebih senang bekerja sendirian
f. Lebih suka berinteraksi secara langsung dengan 1 orang (1 on 1 interaction)
g. Susah bergaul (kuper)
h. Senang berimajinasi
i. Jarang bercerita, lebih suka mendengarkan orang bercerita
j. Senang dengan kegiatan yang tenang (membaca, bermain komputer, memancing, bersantai dsb)
k. Lebih senang mengamati dalam sebuah interaksi
l. Berpikir dulu baru berbicara/melakukan
m. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan tulisan 

2. Extrovert (Extraversion)
Extrovert atau Extraversion merupakan kebalikan dari Introvert. Manusia dengan kepribadian extrovert lebih berkaitan dengan dunia di luar manusia tersebut. Jadi manusia yang memiliki sifat extrovert ini lebih cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak beraktifitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam keramaian atau kondisi dimana terdapat banyak orang, daripada di tempat yang sunyi.

- Ciri-ciri Extrovert:
a. Senang bersama orang
b. Percaya diri (Kadang bisa berlebihan)
c. Aktif
d. Lebih senang bekerja kelompok
e. Lebih suka berinteraksi dengan banyak orang sekaligus
f. Gampang bergaul (supel)
g. Senang beraktifitas
h. Lebih senang bercerita, daripada mendengarkan orang bercerita
i. Senang dengan kegiatan dengan banyak orang (jalan-jalan, pergi ke konser, nongkrong, berpesta dsb)
j. Lebih senang berpartisipasi dalam sebuah interaksi
k. Berbicara/Melakukan dulu baru berpikir
l. Lebih mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata

3. Ambievert (Ambiversion)
Ambievert atau Ambiversion adalah kepribadian manusia yang memiliki 2 kepribadian, yaitu Introvert dan Extrovert. Manusia dengan kepribadian ambievert dapat berubah-ubah dari introvert menjadi extrovert, atau sebaliknya. Memiliki kepribadian ambievert ini bisa dibilang baik, karena manusia tersebut bisa fleksibel untuk beraktifitas sebagai introvert ataupun extrovert, serta dapat berinteraksi dengan introvert dan extrovert dengan baik. Tidak seperti Introvert yang susah bergaul dengan Extrovert dan sebaliknya.
Namun, kekurangan dari kepribadian ini, karena memiliki kepribadian di antara introvert dan extrovert, orang dengan kepribadian ambievert jadi sering terlihat moody, karena sifatnya yang sering berubah-ubah.

Jadi, anda termasuk orang dengan kepribadian yang mana?