Ok, disini saya akan menjelaskan lagi tentang tipe manusia Introvert dan Extrovert berdasarkan pandangan Carl Gustav Jung. Tulisan ini sebenarnya revisi dari tulisan saya sebelumnya.
Intovert dan Extrovert mulai dikenalkan dan dijelaskan oleh tokoh Psikologi yang bernama Carl Gustav Jung pada tahun 1921 dalam buku yang berjudul Psychologische Typen, Rascher Verlag, Zurich. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh H. G. Baynes pada tahun 1923.
Di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa manusia memiliki suatu mekanisme yang disebut dengan sikap jiwa, yaitu orientasi pilihan seseorang dalam mengisi kembali energi dalam dirinya. Ibarat mengisi baterai HandPhone, maka jiwa manusia menurut Carl Gustav juga butuh diisi. Tipe dari cara orang mengisi jiwanya inilah yang berbeda-beda.
Tipe Introvert lebih cenderung dalam mengisi jiwanya dengan orientasi ke dalam. Sedangkan tipe yang Extrovert lebih cenderung mengisi jiwanya dengan orientasi keluar. Jadi, tipe Introvert dan Extrovert bisa sama-sama cerewet, sama-sama pendiam, bisa sama-sama tidak memiliki banyak teman atau bisa juga sama-sama memiliki banyak teman.
Jadi apa sebenarnya yang membedakan antara tipe Introvert dan Extrovert ?
Yang membedakan tipe Introvert dan Extrovert adalah ketika mereka ingin mengisi energi untuk jiwa mereka. Biasanya Introvert dalam mengisi energi jiwanya, dia pergi menyendiri (misalnya menyepi, ke gunung, baca buku, nonton, dll). Sedangkan Extrovert dalam mengisi energi jiwanya, dia biasanya lebih senang bertemu banyak orang untuk mendengarkan, berdiskusi, mengikuti seminar, dll.
↬ Contoh 1 : Andi adalah orang yang pendiam di kelas dan dia juga tidak memiliki banyak teman, tetapi disaat dia ada masalah atau disaat dia butuh energi, dia lebih suka mengikuti kegiatan seminar karena di dalam seminar tersebut dia bisa bertanya dan berdiskusi. Jadi, Andi adalah tipe yang Extrovert.
↬ Contoh 2 : Ani adalah orang yang banyak bicara dan supel sehingga dia memiliki banyak teman, tetapi disaat dia butuh energi, dia lebih suka menyendiri, membaca buku dan merenung. Jadi, Ani adalah tipe yang Introvert.
Pembahasan yang kedua :
Apakah kalau kita Introvert, maka seterusnya Introvert tidak bisa berubah ?
Apakah kalau kita Extrovert, maka seterusnya Extrovert juga tidak bisa berubah ?
Dan apakah kalau keduanya atau berubah-ubah, maka kita disebut Ambievert ?
Berdasarkan penjelasan di dalam buku Carl Gustav Jung, seseorang itu berada di dalam garis Continuum antara Introvert dan Extrovert. Mengapa demikian ? Karena sesungguhnya manusia bersifat Continuum, maka seseorang bisa cenderung di salahsatu dalam satu waktu dan ke sisi lain di waktu lain. Artinya, bergantung situasi. kita tidak selamanya Introvert dan tidak selamanya Extrovert, dan apabila diantara keduanya maka bukan pula disebut Ambievert.
Berdasarkan hal ini, Carl Gustav Jung mengatakan bahwa tipe Introvert dan Extrovert tidak untuk mengkotak-kotakkan manusia. Tetapi hanya untuk referensi bagi diri manusia harus berbuat apa disaat membutuhkan energi jiwa, apakah dengan menyepi atau dengan berdiskusi. Jadi 2 tipe ini bukan untuk menilai manusia sebaiknya seperti apa, cocoknya dengan pekerjaan apa, bukan pula tentang cocok berjodoh dengan siapa. Sebenarnya hanya tentang dari mana sumber energi Psikis manusia itu datang.
Terimakasih sudah membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. :)
